Minggu, 13 November 2011

Keterkaitan musik, otak, dan matematika


Pernahkah kamu teringat pada seseorang yang pernah kita sayangi atau kita benci pada saat kita mendengarkan suatu musik atau lagu?? Jawabannya adalah pasti…. “musik kenangan” seperti itu disebutnya…. biasanya kenangan-kenangan indah (atau jelek sekalipun) terjadi pada saat kita secara sengaja atau tidak sedang mendengarkan suatu musik atau lagu. Sehingga pada saat musik atau lagu itu kita dengar kita teringat kembali pada kenangan-kenangan itu.

Berdasar dari itu kenapa kita tidak mencoba belajar matematika sambil mendengarkan musik? siapa tahu kita bisa teringat pada apa yang kita pelajari pada saat kita mendengarkan musik itu kembali?
Pemikiran yang aneh tetapi masuk akal bukan??? Lantas apa kaitan antara matematika, musik, dan otak???Begini……
Otak manusia dibagi menjadi dua belahan yaitu otak kiri, dan otak kanan. Otak kiri mempunyai fungsi untuk melakukan pemikiran berdasar pada hal-hal yang konkret, sedangkan otak kanan berdasar pada hal-hal yang abstrak dan imaginer. Pada pelaksanaannya otak kanan manusia lebih banyak digunakan untuk berpikir daripada otak kiri, yaitu hampir 90% dari seluruh kemampuan otak. Namun dalam beberapa hal, kedua belahan otak ini saling bekerjasama untuk melakukan proses berpikir tingkat tinggi, terutama pada hal-hal yang bersifat konkret namun abstrak seperti halnya matematika.

Dalam berpikir matematika, biasanya manusia menggunakan otak kiri, sedangkan otak kanan cenderung dalam keadaan kosong (blank), kekosongan pemikiran otak kanan akan menimbulkan kesenjangan fungsi otak, yang pada akhirnya akan mengakibatkan seseorang sulit untuk berkonsentrasi (perlu diketahui bahwa otak akan bekerja maksimal apabila kedua belahan otak tersebut terjadi adanya keseimbangan). Kehilangan konsentrasi adalah salah satu hal yang fatal dalam berpikir matematika. Bayangkan saja apabila kita asyik menghitung tiba-tiba pikiran kita teringat pada makanan di rumah… apa yang terjadi? bisa saja menghitung 1 + 2 = bakso ….repot kan?
Agar tidak terjadi hal yang demikian diperlukan suatu media yang dapat membangkitkan otak kanan kita bekerja, sehingga kedua belahan otak kita dapat seimbang dalam bekerja. Salah satu media yang paling ampuh adalah dengan menggunakan musik. Mengapa harus musik? Alasannya sederhana, pertama musik dan karya imajinasi lainnya adalah tugas otak kanan untuk memikirkannya. Kedua, musik tidak mengganggu kita pada saat kita sedang berkonsentrasi…. bayangkan apabila disaat kita berpikir matematika, untuk membangkitkan otak kanan, harus kita sambi sambil menggambar?? kapan selesainya???
Nah, dengan mendengarkan musik pada saat kita belajar atau berkonsentrasi pada matematika, maka teman yang paling ampuh untuk membangkitkan otak kanan adalah dengan mendengarkan musik. Dengan begitu kedua belahan otak kita akan sama-sama bekerja sehingga terjadi keseimbangan kerja pada otak kita.
Eiiit, tapi tunggu dulu…. musik yang digunakan tentu bukan sembarang musik. Musik yang disarankan para ahli adalah musik Barok. Kenapa harus musik Barok? karena ketukannya teratur dan energik, sehingga menjauhkan kita dari perasaan lelah, dan membuat kita memiliki perasaan aman, nyaman, dan teratur.
Musik karya Vivaldi, Handel, Bach, dan Corelli disebut-sebut sebagai musik jaman Barok (1600 s/d 1750).

Nah, kenapa kita tidak mencoba toh caranya gampang bukan? biar besok kita bisa ikut olympiade matematika… jadi terkenal kan???
Selamat Mencoba 


Sumber :Blog-nya andi sriyanto

0 komentar:

Poskan Komentar